Tuesday, August 29, 2017

Mayweather Menang Lawan McGregor, Mengejutkan atau Wajar?

Foto Mayweather dan McGregor setelah pertandingan.
(Gambar diambil dari mmafighting.com)
Baru-baru ini dunia menjadi ramai memperbincangkan pertarungan maha dahsyat antara petinju Floyd Mayweather Jr melawan petarung UFC Conor McGregor. Bagaimana tidak? Pertarungan ini bukan hanya pertarungan antara dua orang petarung professional yang mencoba untuk saling mengalahkan, melainkan pertarungan gengsi antara dua cabang bela diri yang paling diminati masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Floyd Mayweather adalah juara tinju dunia yang dalam rekornya mencatatkan kemenangan sempurna; 49 main dengan 49 kemenangan, sementara disisi lain, Conor McGregor adalah petarung Mixed Martial Art (MMA) yang pernah mencatatkan rekor sebagai pemegang dua sabuk juara dunia UFC. Bisa dikatakan, pertarungan antara kedua orang ini adalah pertarungan antara Boxing vs Mixed Martial Art.

Pertarungan ini sendiri diadakan di T-Mobile Arena, Nevada, America pada tanggal 26 Agustus 2017 yang lalu. Pertarungan bertajuk Super-Fight yang mempertemukan dua pemegang juara pada olahraga bela diri yang berbeda ini tentunya sangat dinanti-nantikan oleh semua orang, termasuk saya sendiri. Pada akhirnya, Conor McGregor, sang juara dunia tarung bebas UFC harus mengakui keunggulan lawannya setelah pada ronde ke-10 Mayweather berhasil menang secara TKO. Ini pastinya sangat mengecewakan bagi orang-orang yang sedari awal mendukung McGregor, termasuk saya sendiri. Tapi belakangan saya sadar bahwa ini bukanlah kejutan besar. Kenapa demikian? Tidak lain karena pertarungan itu sendiri adalah pertarungan tinju. 

McGregor mungkin saja sangat percaya diri akan menang. Tidak ada salahnya. Dia memang sangat kuat. Buktinya saat berhadapan dengan juara dunia Featherweight UFC Jose Also, dia bisa meng-KO juara dunia tersebut hanya dalam hitungan detik walaupun Jose Also sendiri adalah petarung yang tak terkalahkan dalam 10 tahun. Sama halnya saat menantang juara dunia Lightweight UFC Eddie Alvarez, McGregor terlihat sangat mendominasi dan bahkan membuat Eddie Alvarez bernasib sama dengan Aldo serta berhasil mengawinkan dua sabuk dari dua devisi UFC yaitu Featherweight dan Lightweight. Dia memang sangat kuat. Tapi sekali lagi, mereka bertarung tinju dan tinju sangat jauh berbeda dengan MMA. Sebagai petarung MMA, Conor McGregor terbiasa menggunakan berbagai macam serangan untuk mengalahkan lawannya. Dari memukul, menendang, menyikut, mengunci, bahkan membanting, semua diperbolehkan. Sedangkan di tinju, hanya boleh memukul. Tentu ini sangat merugikan bagi McGregor yang strategi bertarungnya bergantung dari variasi serangan-serangan yang berbeda-beda tadi.

Dalam beberapa bulan terakhir sebelum pertarungan akbar tersebut, McGregor memang telah banyak melakukan latihan-latihan tinju bersama timnya. Di akun media sosialnya, dia bahkan pernah mengunggah sebuah video dimana dia memukul jatuh lawan latih-tandingnya waktu itu, Paulie Malignaggi, yang merupakan mantan juara tinju versi WBA Welterweight. Tapi ujung-ujungnya toh dia tetap kalah. Kenapa? mungkin karena Floyd Mayweather bukanlah petinju sembarangan. Dia belum pernah terkalahkan dalam karir professionalnya. Bahkan melawan petinju sekelas Juan Manuel Marquest, Shane Mosley dan Manny Pacquiao, dia tetap tak terhentikan. Jika dipikirkan lagi, bagaimana mungkin Conor McGregor yang sebelumnya bukan petinju professional bisa mengalahkan orang yang telah menghabiskan hidupnya di dunia tinju, yang bahkan tak bisa dikalahkan oleh legenda seperti Oscar Dela Hoya? Mungkin ada peluang, tapi pastilah sangat kecil. Tentunya, Mayweather juga tau bahwa image dunia tinju sedang dipertaruhkan. Kalau dia kalah, orang-orang bisa saja menganggap tinju tidak ada apa-apanya. Orang-orang pasti berpikiran seperti itu jika orang yang tidak pernah terkalahkan selama karirnya kemudian tumbang ditangan orang yang bahkan bukan petinju. Maka dari itu, dia pasti bersungguh-sungguh untuk menang. Terbukti, dia bisa menang dengan TKO atas juara dunia UFC tersebut meski dalam beberapa tahun terakhir dia tidak pernah meng-TKO lawannya. Mengejutkan, tapi juga sangat wajar.

Akan tetapi, dunia patut mengapresiasi apa yang dilakukan Conor McGregor. Mengganggu singa yang sedang tertidur bukanlah perkara yang mudah. Hanya orang-orang hebat dan berambisi besar yang berani melakukannya, dan Conor McGregor adalah salah satunya. Bahkan saat kalah, dia telah mencetak sejarah. Dan juga, dia bisa tertidur pulas sekarang. Walau kalah, McGregor berhak mendapatkan hadiah sebesar $ 100m atau sekitar 1,3 T jika dirupiahkan dari hasil pertandingan bersejarah tersebut. Sekarang, sedikit atau banyak, dia pasti sudah sadar betapa diatas orang hebat seperti dirinya, masih banyak orang-orang yang jauh lebih hebat, setidaknya di bidang mereka masing-masing. Saat ini di dunia tinju, Mayweather-lah rajanya. McGregor pasti juga akan menang telak melawan Mayweather jika mereka bertarung di Octagon, kandang McGregor. Entahlah, bisa saja tidak. Semoga Mayweather mau mecobanya kapan-kapan. Hehehe :-)

Saturday, May 10, 2014

Jalan-Jalan ke Luar Negeri (Day 2)





Hari kedua. Hari itu, hari kedua kami berada di luar negeri. Aku terbangun dari tidurku yang pulas dengan wajah yang jauh dari kata ganteng. Sudah pukul 05.30 saat itu, tapi suasana Kuala Lumpur masih gelap. Udara yang keluar dari pendingin ruangan kala itu serasa masuk dan menembus kedalam tulangku. Segara aku beranjak dari tempat tidur dan mematikannya. Tidak lama kemudian, Muflih dan Tobo terbangun, juga dengan wajah yang jauh dari ganteng. Kuperhatikan Muflih beranjak ke kamar mandi. Tak lama berselang, dia keluar dengan wajah serta tangan yang basah. Aku menebak kalau dia baru saja berwudhu. Dia kemudian melaksanakan shalat dengan menghadap ke arah yang ditunjukkan oleh sebuah penanda di dalam kamar kami, arah kiblat tentu saja. Beberapa menit setelah Muflih selesai melaksanakan shalat, suara adzan berkumandang di kota Kuala Lumpur. Waktu shalat subuh baru saja tiba.

“Shalat apako tadi kau ner?” tanyaku pada Muflih.
“Shalat subuh.” Jawabnya polos.
“Barusan masuk waktu shalat subuh ner.  Belumpi masuk waktu subuh tadi waktumu shalat.” Kata Tobo yang dilanjutkan dengan tawa yang keras.
Aku ikut tertawa. Muflih mungkin lupa kalau zona waktu Kuala Lumpur lebih lambat dari Makassar. Ada-ada saja dia.
Setelah shalat dan sarapan, kami berkumpul di loby hotel untuk kemudian berangkat ke tempat tujuan kami hari itu dengan sebuah bus yang telah disediakan khusus oleh pihak travel. Bus dengan kapasitas 40 orang dengan corak jingga dan biru tua. Di dalamnya, telah siap seorang supir keturunan India dengan tubuh agak besar. Kak Sultan dari pihak travel memberitahu kami nama supir itu. Namanya ‘Bang Kanan’. Dialah orang yang akan membawa kami berkeliling Malaysia dan Singapura nanti. Walaupun orangnya besar dan cukup menakutkan, aku tau dia orang baik. Aku bisa tau dari caranya tersenyum padaku saat aku melangkahkan kakiku kedalam bus itu.
Ada beberapa tempat yang kami datangi pada hari pertama tour kami. Pemberhentian pertama adalah Universitas Putera Malaysia. Kampus yang luas wilayahnya mungkin lebih luas daripada kampung halamanku di Soppeng. Yang kedua adalah Istana agung Malaysia. Mungkin lebih tepatnya, halaman depan Istana Agung Malaysia. Kami hanya bisa melihat dari luar dan tidak diizinkan masuk. Tentu saja! Ini adalah Istana Agung. Hanya orang-orang penting yang bisa masuk kesana dan turis seperti kami tidak termasuk kedalam jajaran orang penting. Setelah Istana Agung, pemberhentian berikutnya adalah KBRI di Malaysia. Di dalam KBRI itu, kami bertemu dengan wakil duta besar Indonesia untuk Malaysia. Dia menjelaskan kepada kami sedikit tentang hubungan kedua Negara. Kami mendengarkan dengan seksama apa yang beliau katakan. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Setelah materi selesai diberikan dan setelah sesi foto-foto, kami kemudian berangkat ke tempat tujuan kami berikutnya.
Di dalam bus, aku, Muflih, dan Tobo memutuskan untuk memulai misi kami pada pemberhentian kami selanjutnya, The Twin Tower Petronas. Tempat ini adalah tempat yang sempurna untuk berfoto. Bagaimana tidak? Ini adalah ikon Kota Kuala Lumpur sekaligus Negara Malaysia yang terkenal di seluruh dunia. Ini adalah tempat yang tercatat di dalam The Guinness Book of record sebagai menara kembar tertinggi di dunia. Foto yang kami dapatkan disana pastilah sangat berharga.
Setelah sampai di Menara Kembar Petronas, kami memulai misi kami. Kami sangat bersemangat saat perencanaan. Namun tiba-tiba menjadi sedikit nervous ketika sudah saatnya memulai aksi.
“Ner, itu sana ada bule. Kau yang tanyaki nah, saya yang fotoko.” Kata Muflih sesaat sebelum kami memulai misi.
“Biar saya saja yang fotoko ner. Kaumo yang tanyaki!” Kataku karena malu.
“Kenapa tegang sekaliko semua kah?” Sahut Tobo.
“Kaumo pale yang tanyaki!” Jawabku dan Muflih bersamaan. Tobo bertingkah seolah dia berani. Tapi aku tau makhluk seperti apa dia. Dia juga pasti tidak berani sama halnya dengan kami
“Ahh, kenapa saya? Kaumo.” Kata Tobo. Dugaanku terbukti benar.
“Ahhh! Takut tongjiko pale juga.” Sahut Muflih lagi.
Pada akhirnya, aku lah yang bertugas mengambil gambar, Muflih bertugas meminta bule itu agar bersedia berfoto bersama kami, dan Tobo dengan tugas yang paling penting diantara tugas-tugas kami; menemani Muflih. Bule itu bukanlah satu-satunya orang asing yang berhasil kami ajak berfoto. Kami juga berhasil mendapatkan foto bersama seseorang bule keturunan Arab. Saat itu, kami bertukar tugas. Muflih yang mengambil gambar, aku yang meminta foto, dan Tobo masih dengan tugasnya yang paling penting; kali ini, menemaniku.
“Excuse me Sir! May we take a picture with you? Just one picture, sir.” Kataku pada target kami dengan sedikit perasaan ragu kalau struktur bahasa yang aku gunakan sudah benar atau tidak.
“yes yes.” Jawabnya datar.
Muflih pun lansung memotret kami. Aku, Tobo, dan orang keturunan Arab itu pun mengeluarkan gaya terkeren dan senyum termanis yang kami punya.
“Thank you, sir! By the way, where do you come from?” kataku coba melanjutkan percakapan.
“Thank you! Thank you!” jawabnya sebelum pergi meninggalkan kami.
Aku heran kenapa orang itu tidak menjawab pertanyaanku. Mungkinkah dia takut kami akan merampas barang-barang miliknya, makanya dia bergegas pergi? Tidak tidak! Alasan itu terdengar kejam untuk kami. Aku pun memilih menyimpulkan perginya orang itu dengan alasan kedua; dia tidak mengerti apa yang aku katakan. Tak sampai disitu, kami juga berhasil mendapatkan foto bersama orang Korea, India, Malaysia, dan orang asing lainnya.
            Setelah mendapatkan beberapa foto dari beberapa orang asing yang kami temui di sana, kami kembali ke bus dan lansung menuju ke tempat pemberhentian kami berikutnya; Sungai Wang. Itu bukanlah sebuah sungai yang dialiri dengan air serta terdapat ikan dan katak yang menjijikkan di dalamnya. Tapi itu adalah sebuah tempat untuk membeli souvenir dan barang-barang lainnya. “Sungai Wang’ hanyalah sebuah nama yang diberikan untuk tempat itu dengan filosofi bahwa wang (uang) akan selalu mengalir layaknya air disana.
Aku membeli beberapa souvenir untuk keluarga dan teman-temanku di Indonesia. Setelah itu, aku berkeliling lagi untuk mencari sebuah tas khusus untuk kekasihku. Tas itu sudah dia pesan sebelum aku berangkat. Untuk itu, aku tidak boleh pulang tanpa tas itu. Aku mengelilingi tempat itu hampir setengah jam tapi tidak satupun stand toko yang aku temui menjual tas yang aku cari. Aku mulai lelah, kakiku mulai sakit, dan wajahku mulai mengeluarkan keringat.
“ya, ayo semua kumpul di bus!” teriak kak Agung dari pihak Travel.
Pemberitahuan dari Kak Agung telah berhasil membuat suasana hatiku semakin kacau. Aku belum menemukan tas yang aku cari. Aku merasa gagal mengemban tugas dari seseorang yang sangat istimewa. Aku tau ini bukanlah sesuatu yang bagus. Dalam hati, aku menyesal untuk tidak berusaha lebih keras lagi untuknya. Tapi, sudahlah! Penyesalan memang selalu datang terlambat, yang datang duluan itu DP motor. Lagipula, masih ada hari esok. Semoga esok aku bisa menemukan tas yang aku cari di pemberhentian kami selanjutnya; negara asal pesebakbola Moh. Ridwan yang pernah bermain untuk Arema Malang, Singapura.

Sunday, March 16, 2014

Jalan-Jalan ke Luar Negeri (day 1)

-->

Hari pertama. Bersama beberapa orang yang tidak aku kenal disekitarku, aku berdiri di salah satu tempat di kawasan Bandara Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Hari itu cuaca dingin di Antartika, panas di Gurun Sahara, dan cerah serta tidak ada tanda-tanda akan turun hujan di sekitaran Makassar. Aku menunggu dua orang teman baikku; Tobo, pria asal Takalar yang tidak terlalu tinggi, dan Muflih, pria dari Gowa yang banyak disukai cewek-cewek karena wajahnya yang lumayan ganteng. Mereka belum datang sampai saat itu padahal kami berjanji akan berkumpul di tempat itu sebelum jam 12 siang waktu setempat. Aku mencoba menebak kenapa batang hidung mereka belum terlihat padahal jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 12.30 saat itu. Aku berpikir, apa mungkin mereka terjebak cuaca dingin yang ekstrim? Tidak tidak! Ini bukan Antartika. Atau mungkin mobil mereka tidak mampu menembus badai pasir? tidak mungkin! Ini bukan Gurun Sahara. Satu-satunya alasan yang mungkin adalah mereka terjebak macet. Aku tau karena ini Makassar.
Dalam keadaan bosan, aku mendengar suara seorang wanita memanggil namaku. “ehh nak Marwan” katanya. Aku berbalik dan melihat. Dia wanita parubaya, umur sekitaran 40 sampai 50 tahun, berpakaian rapi dengan jilbab. Aku kenal wanita itu. Dia adalah ibu dari temanku Muflih. Aku nyatakan ini sebagai suatu pertanda, pertanda bahwa Muflih sudah tiba di tempat itu. Aku menanyakan keberadaan Muflih pada ibunya.
“Dimanai Muflih bu?” kataku. Aku memilih menggunakan kata ‘bu’ sebagai panggilan daripada kata ‘tante’.
“Adaji tadi pergi sama itu temanta yang kecil yang sering datang ke rumah” katanya.
Dari dua ciri-ciri yang ibu Muflih sebutkan, terutama dengan adanya kata ‘kecil’ yang dia gunakan, aku tau kalau dia pergi bersama Tobo, temanku baikku yang lainnya. Ternyata mereka sudah tiba.
“Kesanaka pale dulu cariki bu.” Kataku pada ibu Muflih sebelum pergi mencari mereka berdua.
Tidak terlalu lama mencari, mereka berhasil aku temukan sedang duduk dan mengobrol dengan rombongan. Rombongan yang aku maksud adalah rombongan mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris dari Universitas Islam Negeri Makassar. Itu adalah universitas tempat kami kuliah beberapa tahun terakhir. Kami adalah rombongan turis yang akan melakukan tour ke dua negara tetangga; Malaysia dan Singapura. Tour yang kami lakukan ini bersifat study tour, dimana kami akan mengunjungi beberapa universitas di kedua Negara tersebut. Dan tentunya kami juga akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan terkenal di kedua Negara itu.
Aku, Muflih, dan Tobo punya misi tersendiri dalam tour ini. Kami bertiga ingin mendapatkan sebanyak mungkin foto bersama bule, orang India, Malaysia asli, China, arab, serta orang-orang asing lainnya yang kami temui di kedua negara tersebut. Kami juga sudah menyiapkan jersey-jersey tim sepak bola kesukaan kami untuk kami pakai saat berfoto di tempat-tempat terkenal sebut saja Menara Kembar Petronas, Patung Merlion, dan lain-lain. Muflih dengan jersey Chelsea-nya, Tobo dengan jersey Arsenal-nya, dan aku dengan jersey Mancheser United tentu saja. Misi yang aneh memang. Tapi itulah kami. Kami suka yang aneh-aneh. Bahkan wajah kami pun cukup aneh, terutama Muflih dan Tobo. Ya, aku juga.
Pukul 15.30, pihak travel meminta kami untuk masuk ke dalam bandara dan melakukan proses registrasi. Kami pun berpamitan pada sanak saudara yang mengantar kami ke bandara. Muflih berpamitan pada ibu dan ayahnya, Tobo berpamitan pada pamannya, dan aku berpamitan pada ibuku melalui SMS. Ibu dan ayahku memang mengantarku ke bandara, tapi mereka sudah pulang lebih cepat mengingat mereka akan menempuh empat jam perjalanan lagi untuk sampai di rumahku di Soppeng. Tak lupa, aku juga berpamitan pada kekasihku, juga melalui SMS. Sedih rasanya mengetahui bahwa tak ada seorangpun dari keluargaku yang menemaniku saat aku akan berangkat, tapi itu tidak menyurutkan semangatku. Aku berpikir, jika Caca Handika bisa sukses dan menjadikan penderitaannya yang masak sendiri, makan sendiri, cuci baju sendiri, dan tidur pun sendiri menjadi sebuah lagu berjudul ‘angka satu’, mungkin aku juga bisa menjadikan apa yang aku alami kedalam sebuah lagu berjudul ‘angka dua’, atau ‘angka tiga’, atau ‘angka empat’, atau lima, atau enam, dan seterusnya.
Setelah menyelesaikan beberapa proses registrasi, kami akhirnya bisa terbang dengan damai menuju Kuala Lumpur pada pukul 16.30 WITA. Aku duduk bersebelahan dengan Tobo, sedangkan Muflih duduk beberapa baris di depan kami. Kami benar-benar menikmati perjalanan, walaupun aku agak sedikit takut karena itu adalah kali pertama aku naik pesawat terbang. Untung ada Najib, lelaki dengan kulit hitam dan rambut keriting khas Ambon, yang membuat suasana kala itu menjadi menyenangkan. Dia bernyanyi layaknya orang gila di dalam pesawat itu. Aku tertawa terbahak-bahak saat pesawat tiba-tiba goyang dan dia berkata
“Aduh! Ini pilotnya pasti pilot baru. Soalnya dia bawa pesawat masih suka masuk-masuk jalanan berlubang.” Katanya.
Aku merasa sangat senang saat itu. Selain karena candaan Najib yang sangat lucu, aku merasa senang karena ternyata temanku Tobo bukanlah satu-satunya orang gila yang tersisa setelah perang dunia 2 berakhir.
            Di dalam kamar hotel setelah kami sampai di Malaysia, aku, Muflih, dan Tobo bertiga berunding tentang apakah malam itu kami akan keluar dan menikmati suasana malam kota Kuala Lumpur atau kami akan tetap berada di hotel dan beristirahat. Aku dan Tobo memilih beristirahat sementara Muflih memilih keluar.
            Satu hal yang sangat tidak menyenangkan saat berada di luar negeri adalah mahalnya biaya SMS dan telepon ke Indonesia. Aku sangat ingin mengabari keluargaku di rumah dan juga kekasihku bahwa aku sudah tiba di Malaysia dengan selamat. Tapi karena biayanya yang sangat mahal, aku memilih mengabari keluargaku saja. Mudah-mudahan kekasihku bisa mengerti dan aku yakin dia bisa.
“Bilang memangka bawa laptopmu ner.” Tobo menyela lamunanku.
“Iyo ner, menyesalka nda bawaki.” Kataku.
Benar saja, jika seandainya aku membawa laptop kala itu, paling tidak aku bisa log-in ke social media dan mengabari kekasihku tentang keadaanku. Namun sudahlah! Memang penyesalan selalu datang terlambat, yang datang duluan itu DP motor. Daripada terus menyesali sesuatu yang sudah terjadi, aku memilih untuk tidur agar esok hari aku memiliki cukup tenaga untuk menjalani tour kami.

Monday, March 11, 2013

Tips-Tips Menjadi Anak Kos yang Baik


Merantau ke kota orang untuk alasan mencari pekerjaan ataupun untuk menuntut ilmu pastilah tidak akan pernah dan tidak akan mungkin mudah. Anak laki-laki yang merantau meninggalkan orang tuanya biasanya adalah tanda bahwa anak tersebut sudah dewasa dan sudah disunat (iya kali yah?). Orang-orang yang merantau pastilah akan tinggal di tempat yang baru dari sebelumnya. Bagi orang-orang yang memiliki sanak saudara di perantauan, tentu saja mereka akan menumpang bersama mereka. Tapi bagaimana dengan yang tidak? Mereka biasanya akan tinggal di kolong jembatan, atau mungkin di kuburan-kuburan China, atau mungkin yang paling parah, mereka akan tinggal di sebuah kamar yang biasa kita sebut sebagai kamar kos-an.

Anak-anak kos biasanya identik dengan ibu kos yang galak, air ledeng yang kadang macet, kiriman bulanan yang terlambat, sampai pada sarapan pagi yang dijamak dengan makan siang,, hahah. Walaupun tidak semua tempat kos-an memiliki masalah yang sama, tapi kebanyakan memiliki masalah seperti tadi. Saat saya berkata tidak semua tempat kos-an memiliki masalah yang sama, itu karena saya tinggal di tempat kos-an yang tidak sama. Ini bisa saya sebut sebagai tempat kos-an anti mainstream, semuanya berbeda dari masalah-masalah yang telah disebutkan sebelumnya. walaupun sebenarnya tidak terlalu berbeda, tapi saya bisa katakan ini berbeda karena memang ada bedanya, walaupun bedanya Cuma sedikit tapi namanya beda ya tetap beda kan? Yang jelasnya ini beda, pokoknya ini beda, yang penting beda, hidup Bedaa!!, hahah.

Pertama, ibu kos disini baik hati dan tidak sombong, rajin menabung dan rajin cuci kaki sebelum tidur (yang ini ngaco). Sumpah disambar petir sama-sama klo bohong! Ibu kosnya baik, ini serius! Hhahah. Kedua, air ledeng tidak pernah macet. Terus airnya juga bersih sampai-sampai bisa diminum lansung dari keran (tapi resiko sakit perut ditanggung sendiri). Ketiga, kiriman bulanan dari kampong lancar kayak buang air besar setelah minum oralit. Walaupun lancar tidaknya kiriman bulanan tidak ada hubungannya dengan kos-an mana yang kita tinggali, ini juga merupakan sesuatu yang beda, jadi tidak apalah jika ditulis,, hahah. Dan yang terakhir adalah sarapan pagi saya selaku anak kos disini tidak pernah saya jamak dengan makan siang. kenapa? Karena saya makan Cuma sekali sehari,, Hahah :p, yah tidaklah sob! Sekali lagi, walaupun ini juga tidak ada hubungannya dengan tempat kos mana yang menjadi tempat kita tinggal, ini juga merupakan sesuatu yang beda kan? Ini beda loh! Sumpah ini beda! Hahah :p

Tapi sob, separah-parahnya tempat kos yang kita tempati, pasti ada banyak manfaat didalamnya. Sama kayak muka kita, sejelek-jeleknya muka kita, pasti ada paling tidak satu orang yang menganggap kita cakep badai pasti berlalu, kalau bukan ibu, mungkin ayah kita. :p tempat kos walaupun jelek tetap saja tempat tinggal kita, tempat yang menjadi saksi karir kehidupan kita, tempat dimana kita belajar, tempat dimana kita mencoba menjadi sesuatu, dan tempat kita menghabiskan sabun mandi,, hahah :p. Jadi, jangan menghakimi kamar kosmu seenaknya! Jadilah kalian sahabat baik bagai kepompong! Kalau perlu, jadikan dia kekasih hatimu! Ajak dia dinner, lalu tembak dia ditengah orang banyak! Contohnya gini, “ohhh Kos-y, kita sudah melalui banyak hal bersama-sama mulai dari kita bertemu sampai sekarang ini. Ssenjak saat itu, aku sudah beberapa kali tidur didalammu, mandi didalammu, buang air didalammu, sampai minum susu dari hidung didalammu. Aku rasa inilah saatnya aku menyampaikan perasaanku padamu. Ohhhh Kos-y, maukah kau jadi pacarku?”. Lalu dia akan menjawab “dengan senang hati, hai manusia bau dan penuh bulu kaki”. Maka kalian akan jadi kekasih sehidup semati, kamu hidup, dia mati.

Sebagai anak kos anti mainstream yang sudah banyak malang meintang di dunia per-kos-an, ada beberapa tips menjadi anak kos yang baik yang akan saya berikan pada kalian. Diantaranya:

Perhatikan kebersihan
Sebagai anak kos atau sebagai anak apapun, kebersihan pastilah selalu penting. Selalu bersihkan kamar kos-mu setiap hari! Ini akan menghasilkan efek sejuk pada ruangan dan membuat kamu akan lebih betah untuk buang angin di dalamnya. Walaupun bakteri dan kuman juga makhluk yang layak diberi tempat tinggal, tidak apalah kita mengusir mereka, selama kita bisa beri mereka tempat tinggal yang lebih baik, kamar kos sebelah mungkin?

Hemat Air dan Listrik
“hemat pangkal kaya”. Kalau ingat pepatah diatas, mungkin kita sudah tau kenapa kita harus berhemat. Air tidak selalu ada sob! Bagaimana jika seandainya air di bumi habis sementara masih banyak busa sampo di kepala kita? Mungkin saat itu kita baru akan menyesali arti penting dari air. Begitu juga listrik, kita tidak pernah tau betapa susahnya menjadi kincir angin yang menghasilkan listrik untuk manusia. Jadi, berhematlah sob!

Jangan salah gunakan kamar Kos
Artinya jangan gunakan kamar milikmu sebagai tempat maksiat! Jangan sekali-kali membawa bencong taman lawang masuk ke kamarmu! Itu bahaya. Jangan gunakan tempat kosmu sebagai tempat memadu kasih dengan kekasihmu! Jangan sob! Saya selaku penulis tidak pernah bahkan hanya untuk sekedar membawa pacar masuk ke kamar. Bukan karena sok alim, tapi memang saya tidak punya pacar,, hahah -__-

Jangan Pacari Ibu Kos
Ini yang terpenting, jangan sekali-kali memacari ibu kos! Kalau ibu kos punya anak, ya gak apalah dipacari, itu juga kalau dia mau. Tapi untuk memacari ibu kos, jangan! Masih banyak anak-anak kos cewek yang membutuhkan pacar di dunia ini. Masih banyak janda-janda muda yang membutuhkan pertolongan. Jadi kenapa harus memacari yang sudah bersuami? Hahah.. ini Cuma bercanda sob! Siapa tau ada ibu kos yang baca, suueerr ini Cuma bercanda..

Itu tadi tips-tipsnya. Semoga bermanfaat dan semoga panjang umur. Untuk anak kos diseluruh Indonesia, dan untuk anak apapun di dunia ini, pesan saya; berhentilah menjadi mainstream! Jadilah anti-mainstream! Sekian. J

Monday, March 4, 2013

Tidak Jodoh dengan Beasiswa

Sebuah cerita dari pengalaman pribadi akhir-akhir ini mengenai beasiswa yang berakhir tragis. Layaknya cewek yang menerima kata-kata putus karena alasan orang tua bagiku. Kabar yang awalnya menyenangkan kemudian berubah dalam wujud ekor Sembilan.. ehh?? Saking sadisnya, saya selaku penulis merasa tidak mampu menulis postingan ini dan memutuskan mengetiknya. Saking sadisnya, Barcelona sampe kalah 3 kali dalam 3 games terakhir.. walaupun gak ada hubungannya sih.. tp itu saking sadisnya boss.. saking sadisnya.. sekali lagi saking sadisnya.. #bonus saking sadisnya. -__-

Ceritanya bermula pas gue yaitu saya sedang menikmati liburan semester di kampung halaman. Di malam yang dingin dan sunyi senyap, saat itu saya sedang sendiri di rumah dan Cuma ditemani nenek ..baiklah itu bukan sendiri.. tapi yah, malam itu memang sunyi. Saya dan nenek waktu itu sedang nonton acara horror: Opera Van Java [bagi saya penulis, gagapnya Aziz Gagap horror banget pemirsah]. Lalu tiba-tiba ada yang nelpon dan katanya nama saya masuk daftar penerima beasiswa. Wow! Lumayan kan tuh kan yah? Lumayan boss. Besoknya saya kasi tau nyokap ..caileeehh nyokap?.. dan saya diizinkan ke Makassar lebih awal walaupun orang-orang kampong masih rindu dengan cassanova mereka. Besoknya lagi, saya berangkat ke Makassar, sendirian, layaknya jomblo.. T__T

Di Makassar, masalah dimulai. Apa masalahnya? Mari kita bahas! Oke, saya buka sesi Tanya jawab. Sampai sekarang ada yang mau berkelahi? #ehh? Hahah.. baiklah, di Makassar, saya datang ke acara wawancara. Sebagai seorang yang hampir idiot, dimana setiap penghitungan pasti dan akan selalu hasilnya TIGA BELAS, lolosnya saya dalam acara wawancara adalah sama seperti mukjizat. Air mata pun jatuh berlinang dari hidung. -__-. Berikutnya, saya dan beberapa calon penerima lainnya harus melengkapi berkas. Diantaranya:

1.       Fotocopy KTM dan bukti pembayaran SPP
2.       Sertifikat lulus tes BTQ (baca tulis Quran)
3.       Surat tanda berkelakuan baik
4.       Surat rekomendasi dari PD3
5.       Dll

Semua lengkap kecuali nomor 2. Saya ternyata tidak lulus tes. Pengumumannya sudah lama dan saya tidak pernah tau. Oohh holy sh*t!!! parahnya lagi, saya terancam harus ikut pembinaan yang pastinya akan memakan biaya. Oohh what the f*ck!!! Yang tadi harusnya dapat uang, malah terancam kehilangan uang.. ibaratnya ada yang mau jadi pacar kita disaat kita sudah punya, eh malah diputuskan dua-duanya. Mungkin ini teguran dari yang maha kuasa, karena jujur saya jarang banget ngaji, makanya waktu dulu di tes bacanya tersendat-sendat dan akhirnya berakhir di pelaminan #ehh?.. untung teman saya bilang ke saya kalau yang gagal tes bisa mengulang bulan depan dan tidak harus ikut pembinaan. Untunglah! Tak apalah saya gagal dapat beasiswa, yang penting tidak kehilangan uang dan waktu, toh masih ada tahun depan.

Pelajarannya adalah jangan pernah meremehkan pekerjaan apapun yang kamu lakukan! Jangan seperti saya, saya meremehkan tes pada waktu itu karena saya pikir itu hanya tes biasa, lihatlah apa yang terjadi sekarang! Saya “seperti manusia lemah yang berharap kau terima cintanya” ß ini lirik lagu Rijja Abbas. Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu, yang sekarang harus diutamakan, dan yang terbaik di depan akan datang. Sampai jumpa lagi kawan, ingat selalu belajar, dan yang terpenting jangan lupa bayar kamu punya utang. Ciao!

Wednesday, July 27, 2011

9 Tes Gambar Untuk Mengetahui Seberapa Unik kah Kepribadianmu

Seorang psikolog mengembangkan bentuk-bentuk ini, yang telah diuji secara luas di dunia selama beberapa tahun. Warna warnanya telah mengalami perbaikan dan diuji lagi sampai didapatkan satu set bentuk yang terbaik. Bentuk-bentuk ini mewakili sembilan tipe kepribadian dasar. Pilih sebuah bentuk di bawah ini yang paling anda senangi lalu baca kepribadian anda di bawahnya.

Ingat, pilihan anda harus jujur dan tidak boleh dimanipulasi karena hasil test tipe kepribadian ini hanya anda yang tahu.


Jawaban yang Anda pilih:

Gambar Nomor 1. Introspektif, Sensitif, Reflective
Anda lebih sering dan fokus terhadap diri dan lingkungan sendiri daripada berinteraksi dengan orang lain. Anda membenci kedangkalan, lebih senang menyendiri daripada terluka karena bisikan orang. Tapi hubungan anda dengan teman-teman anda sangat intensif, yang memberikan anda ketenangan dan keserasian yang anda butuhkan untuk merasa baik. Bagaimanapun itu bukan masalah bagi anda untuk menyendiri untuk beberapa waktu tanpa menjadi bosan.

Gambar Nomor 2. Mandiri, Tidak biasa (tidak konvensional), Tak tertekang
Anda menginginkan kebebasan dan ketidakterikatan hidup yang membiarkan anda menentukan jalan anda sendiri. Anda memiliki bakat artistik dalam kerjaan anda dan aktifitas luang. Desakan untuk bebas kadang menyebabkan anda melakukan perbuatan yang sangat berlawanan dengan apa yang anda inginkan. Gaya hidup anda sangat individual. Anda tidak akan meniru secara buta apa yang sedang “in”, di sisi lain anda mencari kehidupan yang sesuai dengan cita-cita dan dan pendirianmu, bahkan bila harus berenang melawan pasang.

Gambar Nomor 3. Dinamis, Aktif, Mementingkan hal-hal lahir
Anda sungguh berkeinginan untuk menerima beberapa resiko dan berkomitmen kuat dalam menukar ketertarikan dan pekerjaan yang bervariasi. Rutin, berlawanan, cenderung berefek melumpuhkan anda. Apa yang paling anda sukai adalah bisa memainkan peran dalam banyak bidang. Dalam melakukannya, inisiatif anda lebih kuat.

Gambar Nomor 4. Bersahaja, Sangat teguh pendirian, harmonis
Anda menghargai gaya dan cinta alami yang tidak rumit. Orang mengagumi anda karena anda memiliki kemampuan kuat dan mereka bergantung pada anda. Anda memberikannya pada orang yang dekat perlindungan dan jarak. Anda merasa hangat dan manusiawi. Anda menolak segala sesuatu yang mencolok dan usang. Anda cenderung ragu pada tingkah/perubahan trend mode. Bagi anda, pakaian harus praktis dan bagus yang tidak menonjol.

Gambar Nomor 5. Professional, Pragmatis, Percaya diri
Anda bertanggung jawab pada hidup anda, meletakkan lebih kecil keberuntungan anda dan lebih kepada perbuatan sendiri. Anda memecahkan masalah dengan tindakan yang praktis dan tidak rumit. Anda memandang secara realistis sesuatu dalam hidup anda dan menanganinya dengan baik. Anda diberi tanggung jawab yang besar dalam pekerjaan, karena orang tahu bahwa anda dapat diandalkan. Kekuatan tegas terhadap kemauan akan memproyeksikan keyakinan anda terhadap orang lain. Anda tidak akan pernah benar-benar merasa puas sampai semua cita-cita anda tercapai.

Gambar Nomor 6. Tenang/Damai, Bijaksana, Tidak Agresif
Anda menanggapi hidup mudah karena bijaksana. Anda mendapatkan teman tanpa kesukaran karena menikmati keprifasian anda dan kemandirian. Anda sering menjauh darinya dan menyendiri dari waktu ke waktu untuk merenungi arti kehidupan dan menikmati sendiri. Anda membutuhkan tempat untuk persembunyian yang indah, tapi anda tidak seorang penyendiri. Anda tenang terhadap diri sendiri dan dunia, dan menghargai hidup dan apa yang dunia tawarkan.

Gambar Nomor 7. Riang, Suka bermain/melucu, menyenangkan
Anda menyukai kehidupan yang bebas dan spontan. Dan anda berusaha menikmatinya secara penuh karena memegang moto ”Anda hanya hidup sekali." Keingintahuan anda besar dan terbuka terhadap segala sesuatu yang baru, anda berkembang dengan perubahan. Anda menganggap lingkungan anda serbaguna dan selalau memberikan kejutan.

Gambar Nomor 8. Romantis, Pemimpi, Emosional
Anda sangat sensitif. Anda menolak melihat sesuatu dari sudut pandang kesederhanaan dan rasionalitas. Apa yang perasaan anda katakan sangat penting untuk anda. Kenyataanya, Anda merasa penting untuk memiliki mimpi-mimpi dalam hidup. Anda menolak orang yang mencemoohkan romantisme dan hanya dikendalikan oleh rasionalitas. Anda menolak untuk membiarkan sesuatu membatasi keragaman kekayaan mood dan emosi anda.

Gambar Nomor 9. Analitis, Terpercaya, Percaya diri
Senstifitas sebentar anda mewakili kualitas dan ketahanan yang tinggi. Konsekuensinya, anda suka menyelimuti diri anda dengan ”mutiara kecil” yang anda temukan di mana pun orang lain mengabaikannya. Lalu, Budaya sangat mempengaruhi kehidupan anda. Anda telah temukan kehidupan anda sendiri, yaitu elegan/luwes dan eksklusif, bebas dari pengaruh mode. Ideal anda, anda mendasarkan kehidupan anda, adalah dibudayakan kesenangan. Anda menilai tingkatan budaya seseorang pada siapa anda berbicara.

sumber

Sunday, July 17, 2011

Inilah Akhir Perdebatan Punahnya Dinosaurus

Palaeontologis di seluruh dunia akhirnya bisa mengakhiri perdebatan sengit selama 30 tahun terakhir seputar teori yang menyebabkan punahnya dinosaurus dari muka Bumi.

Sejauh ini, ada dua teori bagaimana punahnya dinosaurus. Teori pertama, dinosaurus sudah punah secara bertahap jauh sebelum hantaman batu raksasa pada planet ini sekitar 65 juta tahun lalu. Penyebabnya adalah pemanasan global dan kenaikan permukaan air laut.


Dipastikan, selain dinosaurus avian (terbang), dinosaurus darat juga masih hidup saat meteor selebar 15 kilometer menghantam Bumi.

Teori kedua menyebutkan, meteor yang jatuh di Semenanjung Yucatan, di kawasan tenggara Meksiko itulah yang memicu kepunahan massal. Meteor ini menyebabkan kebakaran raksasa, melontarkan serpihan debu ke langit dan memblokir sinar matahari selama ratusan juta tahun.

Akibat hantaman meteor berukuran lebar sekitar 15 kilometer itu, muncul lubang selebar sekitar 200 kilometer. Pasir, debu dan material lain yang terlontar ke angkasa kemudian jatuh tersebar di permukaan bumi dan menghasilkan lapisan yang disebut dengan K-T boundary (lapisan yang menandai batas era Cretaceous dan the Tertiary).

Sepotong tanduk dinosaurus bisa menjawab perdebatan seputar apakah dinosaurus darat masih ada saat asteroid itu menabrak Bumi, 65 juta tahun lalu. Tanduk berukuran 45 sentimeter, kemungkinan milik seekor triceratops itu ditemukan di kawasan Hell Creek, Montana, Amerika Serikat.

Penemunya adalah Tyler Lyson, ketua tim peneliti dari Yale University. Ia menyebutkan, spesimen yang ditemukan itu berada hanya 13 sentimeter di bawah lapisan material yang disebabkan oleh tumbukan meteor. "Ini membuatnya menjadi fosil dinosaurus termuda yang pernah ditemukan," ucap Lyson, seperti dikutip dari ABC, 13 Juli 2011.

Lyson menyebutkan, karena tanduk itu ditemukan di batu lumpur, kemungkinan jarak antara usia fosil itu dengan tumbukan asteroid bisa berselisih hanya 1 tahun saja. "Fosil ini menunjukkan bahwa dinosaurus non avian atau dinosaurus darat setidaknya masih hidup saat meteor menabrak Bumi," kata Lyson.

Lyson menyadari bahwa penelitiannya tidak sepenuhnya membantah proses pemunahan bertahap. Akan tetapi ia yakin bahwa temuannya membantah salah satu teori yang menyebutkan bahwa dinosaurus lebih dulu punah sebelum hujaman asteroid.

Seperti diketahui, teori seputar punahnya dinosaurus akibat diperkenalkan 30 tahun lalu. Sejak itu, muncul perdebatan seputar apakah dinosaurus darat punah sebelum tabrakan terjadi. Temuan terbaru ini sendiri dipublikasikan di jurnal Biology Letters dari Royal Society.

sumber